KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari terus mengembangkan ekosistem akademik yang relevan dengan dunia industri melalui penandatanganan sejumlah memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan dan lembaga industri terkemuka. Langkah strategis ini dilakukan sebagai upaya menjembatani gap antara dunia pendidikan dan industri, sekaligus meningkatkan employability lulusan kampus.
Serangkaian kerjasama tersebut ditandatangani pada acara “Kendari Industry Summit 2026” yang diselenggarakan di Aula Raya Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 23 April 2026. Acara ini menghadirkan lebih dari 30 perusahaan multinasional hingga usaha kecil menengah (UKM) lokal yang berkomitmen untuk mengembangkan talenta muda Indonesia.
LATAR BELAKANG KERJASAMA STRATEGIS
Perkembangan dunia industri 4.0 yang semakin kompleks menuntut institusi pendidikan tinggi untuk adaptif dalam merancang kurikulum dan pengalaman belajar mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Sulawesi Tenggara, menyadari pentingnya kolaborasi berkelanjutan dengan stakeholder industri untuk memastikan relevansi program akademik dengan kebutuhan pasar kerja.
Direktur Humas Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. Ahmad Nizar, M.Si., menjelaskan bahwa inisiatif kerjasama ini telah direncanakan sejak akhir tahun 2025 dengan melibatkan pihak akademisi, industri, dan pemerintah daerah. “Kami memahami bahwa tantangan lapangan kerja terus berkembang. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara akademisi dan industri untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya berkompeten secara akademis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika pasar kerja,” ungkap Ahmad Nizar dalam wawancara eksklusif dengan redaksi.
BENTUK-BENTUK KERJASAMA KONKRET
Kerjasama yang ditandatangani pada “Kendari Industry Summit 2026” mencakup berbagai aspek pengembangan akademik dan profesional mahasiswa. Setidaknya ada lima bentuk utama kerjasama yang telah disepakati oleh berbagai pihak.
Pertama, program magang industri (industrial internship). Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalin kesepakatan dengan PT. Pertamina Sulawesi Tenggara, PT. Olefins Indonesia, dan beberapa perusahaan lainnya untuk memberikan kesempatan magang kepada mahasiswa semester akhir. Program ini dirancang agar mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang dipelajari di kampus ke dalam konteks dunia kerja sesungguhnya. Setiap tahun, diproyeksikan minimal 200 mahasiswa akan mendapatkan kesempatan magang melalui program ini.
Kedua, pengembangan kurikulum bersama. Beberapa program studi, khususnya di bidang teknik, bisnis, dan teknologi informasi, akan mengikutsertakan praktisi industri dalam proses penyusunan dan evaluasi kurikulum. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa materi pembelajaran selalu relevan dengan skill yang dibutuhkan di industri. Dr. Eka Putra Wijaya, Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari, mengatakan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat posisi lulusan teknik kampus di pasar kerja.
“Dengan melibatkan engineer senior dari industri dalam kurikulum, kami bisa memastikan bahwa mahasiswa kami belajar hal-hal yang benar-benar digunakan di lapangan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan reputasi program studi kami,” papar Dr. Eka Putra Wijaya.
Ketiga, program beasiswa dan bantuan pendidikan. Beberapa perusahaan, seperti PT. Bank Sulawesi Tenggara, PT. Telkom Indonesia, dan berbagai industri lokal lainnya, menyediakan beasiswa penuh maupun beasiswa parsial untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Pada tahun 2026, diproyeksikan sekitar 100 mahasiswa akan memanfaatkan program beasiswa ini, dengan total dana yang digelontorkan mencapai 2 miliar rupiah.
Keempat, kesempatan mengikuti pelatihan dan sertifikasi profesional. Universitas Muhammadiyah Kendari menjalin partnership dengan lembaga pelatihan internasional dan industri lokal untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengikuti berbagai program sertifikasi, seperti AWS (Amazon Web Services), Oracle Database, Project Management Professional (PMP), dan sertifikasi industri lainnya. Program ini tidak hanya meningkatkan skill mahasiswa tetapi juga meningkatkan kredibilitas mereka di hadapan calon employer.
Kelima, kolaborasi riset dan pengembangan. Fakultas-fakultas di Universitas Muhammadiyah Kendari, terutama Fakultas Teknik dan Fakultas Sains dan Teknologi, akan mengembangkan research center yang membuka peluang penelitian bersama dengan industri. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan inovasi produk atau solusi yang langsung aplikatif bagi industri.
PERAN AKTIF UNIT HUMAS DALAM FASILITASI
Unit Humas Universitas Muhammadiyah Kendari memainkan peran strategis dalam memfasilitasi dan mengkomunikasikan berbagai inisiatif kerjasama ini kepada seluruh stakeholder kampus. Tim Humas, yang dipimpin oleh Ahmad Nizar, telah merancang sistem komunikasi terintegrasi untuk memastikan bahwa informasi tentang peluang kerjasama ini dapat diakses dengan mudah oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
“Peran Humas tidak hanya sekadar membuat press release atau mengatur acara. Kami bertugas membangun narasi yang kuat tentang komitmen universitas terhadap pengembangan mahasiswa. Kami juga menjadi jembatan komunikasi antara kampus, industri, dan masyarakat luas,” jelaskan Ahmad Nizar lebih lanjut.
Untuk mendukung fungsi ini, Unit Humas telah mengembangkan portal khusus yang berisi informasi lengkap tentang semua mitra industri, peluang magang, program beasiswa, dan lowongan kerja. Portal tersebut dapat diakses melalui situs resmi universitas dan aplikasi mobile yang dikembangkan khusus untuk kebutuhan internal kampus.
DAMPAK POSITIF BAGI MAHASISWA DAN ALUMNI
Kerjasama strategis dengan industri diharapkan membawa dampak signifikan bagi mahasiswa dan alumni Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, peningkatan employability. Dengan pengalaman magang dan keterampilan yang relevan dengan industri, lulusan Universitas Muhammadiyah Kendari diharapkan lebih mudah mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang keahlian mereka.
Kedua, peningkatan kualitas pendidikan. Keterlibatan praktisi industri dalam proses pembelajaran akan memastikan bahwa kurikulum selalu update dengan perkembangan teknologi dan tren industri terkini. Ini akan meningkatkan relevansi program akademik dan kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran.
Ketiga, peluang pengembangan karir yang lebih baik. Melalui networking dengan perusahaan-perusahaan mitra, mahasiswa memiliki akses yang lebih luas untuk mendapatkan posisi karir yang sesuai dengan aspirasi dan kompetensi mereka. Beberapa mahasiswa bahkan sudah menerima penawaran kerja sebelum mereka lulus dari kampus berkat program magang.
Keempat, akses lebih besar terhadap pendanaan pendidikan. Program beasiswa dari berbagai perusahaan mitra akan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, sehingga meningkatkan kesetaraan akses pendidikan berkualitas.
Dr. Haerul Anwar, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan, mengungkapkan optimismenya terhadap dampak positif dari kerjasama ini. “Kami percaya bahwa dengan sinergi yang kuat antara akademisi dan industri, kami tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga mencetak changemakers yang siap berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah dan nasional,” ujarnya.
VISI JANGKA PANJANG
Universitas Muhammadiyah Kendari menargetkan dalam lima tahun ke depan, minimal 80 persen lulusan kampus akan memiliki pengalaman magang atau praktik langsung di industri. Selain itu, universitas juga berencana untuk membuka lebih banyak research center yang berkolaborasi dengan industri, sehingga dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Salmin Linggi, M.M., dalam sambutan pembukaan “Kendari Industry Summit 2026,” menyatakan komitmen penuh universitas untuk terus menjalin dan memperdalam kerjasama dengan industri. “Universitas Muhammadiyah Kendari adalah milik masyarakat. Kami berkewajiban untuk memastikan bahwa institusi pendidikan kami relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Kerjasama yang hari ini kita tandatangani adalah bukti nyata dari komitmen kami tersebut,” papar Prof. Salmin Linggi.
TANTANGAN DAN SOLUSI
Meskipun inisiatif ini sangat positif, terdapat beberapa tantangan yang perlu diantisipasi. Salah satunya adalah memastikan bahwa semua mahasiswa, tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi, mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti program-program kerjasama ini. Untuk mengatasi hal ini, universitas telah mengalokasikan dana khusus untuk mendukung mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar dapat mengikuti program magang dan pelatihan.
Tantangan lain adalah memastikan relevansi kurikulum dengan tren industri yang cepat berubah. Untuk itu, universitas akan melakukan review kurikulum secara berkala, minimal dua tahun sekali, dengan melibatkan pihak industri.
PENUTUP
Kerjasama strategis yang ditandatangani pada “Kendari Industry Summit 2026” menandai babak baru dalam pengembangan Universitas Muhammadiyah Kendari menuju institusi pendidikan yang lebih relevan, responsif, dan berkelanjutan. Dengan melibatkan industri dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengembangan mahasiswa, universitas ini berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoretis yang solid, tetapi juga keterampilan praktis yang langsung dapat diaplikasikan di dunia kerja.
Langkah ini juga sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi universitas pilihan yang menghasilkan lulusan yang berbudi pekerti luhur, berkompetensi tinggi, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari industri dan komitmen yang kuat dari seluruh sivitas akademika, Universitas Muhammadiyah Kendari optimis dapat mencapai tujuannya dalam jangka panjang.
Bagi mahasiswa, alumni, dan masyarakat luas, kerjasama ini membuka peluang baru untuk mengakses pendidikan berkualitas dan mengembangkan potensi diri secara maksimal. Diharapkan bahwa inisiatif ini akan menginspirasi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk juga menjalin kerjasama yang kuat dengan industri, sehingga sistem pendidikan tinggi Indonesia dapat terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan zaman.
—
Kata kunci: Universitas Muhammadiyah Kendari, kerjasama industri, pendidikan tinggi, employability, kurikulum, magang, Kendari Industry Summit 2026