KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berprestasi tingkat nasional dan internasional. Pencapaian gemilang terukir ketika tiga mahasiswa dari berbagai program studi berhasil meraih medali emas di Kompetisi Inovasi Teknologi Asia Tenggara (KITAT) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada Maret lalu. Prestasi ini menambah deret panjang keberhasilan akademik yang telah diraih institusi pendidikan terkemuka di Sulawesi Tenggara tersebut.
Delegasi mahasiswa yang terdiri dari Muhammad Rizki Pratama (21) dari Program Studi Teknik Elektro, Nur Azizah Ramadhani (20) dari Program Studi Teknik Informatika, dan Devit Hermawan (22) dari Program Studi Manajemen Informatika, berhasil mengalahkan peserta dari 15 negara lainnya dengan menghadirkan inovasi sistem pertanian pintar berbasis Internet of Things (IoT) dan artificial intelligence.
Proyek yang diberi judul “SmartFarm AI: Solusi Pertanian Berkelanjutan untuk Petani Indonesia” ini dirancang untuk membantu petani kecil dan menengah di Indonesia meningkatkan produktivitas hasil panen dengan menggunakan teknologi sensor pintar dan analitik data real-time. Sistem ini dapat memonitor kelembaban tanah, intensitas cahaya, suhu udara, dan nutrisi tanah secara otomatis, kemudian memberikan rekomendasi tindakan kepada petani melalui aplikasi mobile.
Kehadiran delegasi Universitas Muhammadiyah Kendari di Bangkok merupakan hasil dari persiapan matang selama enam bulan. Ketiga mahasiswa ini telah melalui serangkaian tahapan seleksi, mulai dari tingkat universitas, tingkat regional, hingga akhirnya lolos ke ajang internasional bergengsi tersebut. Dukungan penuh dari dosen pembimbing, fasilitas laboratorium yang memadai, dan alokasi dana penelitian dari universitas menjadi kunci kesuksesan mereka.
Perjalanan Panjang Menuju Podium Tertinggi
Rizki Pratama, ketua tim yang juga berperan sebagai desainer hardware sistem IoT, mengungkapkan bahwa ide awal proyek ini berasal dari pengamatan langsung terhadap permasalahan yang dihadapi petani di daerah sekitar Kendari. “Kami melihat banyak petani yang masih menggunakan metode tradisional dalam mengelola lahan mereka. Padahal, dengan teknologi yang tepat, mereka bisa meningkatkan hasil panen hingga 40 persen tanpa harus memperbesar lahan,” ujar Rizki saat diwawancarai di Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Jalan Sulthan Hasanuddin, Kendari, pada 10 April 2026.
Nur Azizah, yang bertanggung jawab pada pengembangan algoritma machine learning dan aplikasi mobile, menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam proses pengembangan sistem adalah mengoptimalkan akurasi prediksi dengan minimalisir konsumsi daya perangkat sensor. “Kami harus melakukan puluhan kali iterasi untuk mendapatkan model machine learning yang akurat namun ringan. Tim kami bekerja hampir setiap hari di laboratorium, bahkan saat libur kuliah,” kenang Nur Azizah.
Sementara itu, Devit Hermawan, yang menangani aspek bisnis dan keberlanjutan proyek, menjelaskan bahwa mereka juga mempertimbangkan aspek ekonomi dan aksesibilitas bagi petani dengan daya beli terbatas. “Kami merancang sistem dengan harga yang terjangkau, sekitar 2-3 juta rupiah untuk satu set lengkap, dan dapat memberikan ROI dalam waktu satu tahun pertama penggunaan,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Dukungan Institusi dan Ekosistem Penelitian
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Agus Salim, M.Si., menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian mahasiswanya ini. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada media kampus pada 11 April 2026, Rektor Agus Salim menekankan bahwa prestasi ini bukan sekadar keberhasilan individual, melainkan hasil dari ekosistem penelitian dan inovasi yang telah dibangun secara sistematis di institusi tersebut.
“Pencapaian ini membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya fokus pada proses pembelajaran di kelas, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk melakukan riset dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. SmartFarm AI adalah contoh sempurna bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi di masyarakat,” kata Rektor Agus Salim.
Lebih lanjut, Rektor menyebutkan bahwa universitas telah mengalokasikan budget khusus untuk mendukung penelitian dan inovasi mahasiswa. Setiap tahunnya, institusi ini memberikan grants yang dapat diakses oleh mahasiswa berprestasi untuk mengembangkan ide-ide inovatif mereka menjadi prototype atau produk yang dapat dikomersialkan.
Kepala Unit Humas Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Dra. Siti Nurhaliza, M.Kom., mengungkapkan bahwa pencapaian ini akan terus dipromosikan untuk meningkatkan reputasi kampus di tingkat regional dan nasional. “Unit Humas kami bekerja sama dengan berbagai media massa untuk memastikan bahwa prestasi mahasiswa kami mendapat eksposur yang layak. Selain itu, kami juga akan menggunakan story ini dalam berbagai kegiatan penerimaan mahasiswa baru untuk menunjukkan kepada calon mahasiswa tentang peluang yang tersedia di kampus kami,” jelas Siti Nurhaliza.
Prestasi Berganda: Dari Regional hingga Internasional
Sebelum meraih medali emas di Bangkok, ketiga mahasiswa ini telah menunjukkan prestasinya di berbagai kompetisi sebelumnya. Pada Januari 2026, mereka telah memenangkan kompetisi inovasi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Jakarta. Kemudian, pada Februari 2026, proyek mereka dipilih sebagai peserta terbaik untuk mewakili Indonesia di kompetisi internasional KITAT 2026.
Prestasi ini tidak hanya memberikan kepuasan personal bagi ketiga mahasiswa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya di Universitas Muhammadiyah Kendari. Departemen Kemahasiswaan kampus sudah menerima puluhan pertanyaan dari mahasiswa tahun pertama dan kedua yang tertarik untuk bergabung dengan kelompok riset dan inovasi.
Dr. H. Muhammad Firdaus, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknik Informatika, mengatakan bahwa kesuksesan ini menunjukkan bahwa program studi teknik di universitas Muhammadiyah Kendari telah mencapai standar kualitas yang tinggi. “Kami memiliki dosen-dosen yang qualified dan berdedikasi, serta fasilitas laboratorium yang cukup baik. Namun, yang paling penting adalah attitude dan motivasi mahasiswa kami yang tinggi untuk belajar dan berinovasi,” tutur Dr. Firdaus.
Dampak dan Prospek Ke Depan
Keberhasilan SmartFarm AI di tingkat internasional telah membuka peluang baru bagi ketiga mahasiswa ini. Beberapa startup technology dan lembaga penelitian pertanian di Asia Tenggara telah menunjukkan ketertarikan untuk berkolaborasi atau memproduksi sistem ini secara komersial. Selain itu, tim juga telah menerima penawaran untuk mempresentasikan proyek mereka di berbagai konferensi internasional terkemuka di bidang agricultural technology.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga telah mengekspresikan minatnya untuk mengimplementasikan sistem SmartFarm AI di berbagai daerah pertanian di provinsi ini sebagai bagian dari program modernisasi pertanian. Hal ini tentu saja akan membuka lebih banyak peluang penelitian dan pengembangan bagi mahasiswa dan dosen di Universitas Muhammadiyah Kendari.
Direktur Pusat Inovasi dan Entrepreneur Universitas Muhammadiyah Kendari, Ir. Bambang Sutrisno, M.Eng., menyatakan bahwa institusi akan memberikan dukungan penuh kepada ketiga mahasiswa untuk mengomersialkan produk mereka. “Kami memiliki inkubator bisnis yang dapat membantu mereka dalam proses mendirikan startup, hingga pendampingan dalam aspek manajemen dan pemasaran. Universitas juga dapat menghubungkan mereka dengan investor potensial dan mitra industri,” kata Bambang Sutrisno.
Wujud Komitmen Pendidikan Berkualitas
Prestasi yang diraih oleh Rizki, Nur Azizah, dan Devit mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pengembangan soft skills dan kemampuan inovasi. Program-program seperti student research initiative, innovation challenge, dan entrepreneurship bootcamp menjadi bagian integral dari kurikulum yang diterapkan di institusi ini.
Selain itu, universitas juga terus melakukan peningkatan infrastruktur dan sumber daya manusia untuk mendukung kegiatan penelitian dan inovasi. Pada tahun akademik 2025/2026 ini, universitas telah membuka dua laboratorium baru yang dilengkapi dengan peralatan-peralatan modern, serta merekrut lima dosen baru dengan background riset dan inovasi yang kuat.
Penutup dan Harapan ke Depan
Pencapaian gemilang yang telah diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari di kompetisi internasional KITAT 2026 ini bukan hanya sebuah prestasi sesaat, melainkan sebuah milestone penting dalam perjalanan institusi menuju universitas kelas dunia. Prestasi ini menunjukkan bahwa dengan dedikasi, bimbingan yang tepat, dan dukungan institusi yang memadai, mahasiswa dari universitas daerah dapat bersaing di tingkat internasional.
Ketiga mahasiswa berprestasi ini telah merencanakan untuk melanjutkan pengembangan SmartFarm AI dengan menambahkan fitur-fitur baru berdasarkan feedback dari berbagai pengguna dan mitra industri. Mereka juga berkomitmen untuk tidak meninggalkan kampus mereka, dan akan terus berkontribusi dalam mendampingi junior mereka dalam melakukan riset dan inovasi.
Rektor Agus Salim menegaskan bahwa prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian. “Kami yakin bahwa ini adalah awal dari banyak prestasi lainnya yang akan diraih mahasiswa dan dosen kami di masa depan. Target kami adalah memiliki minimal sepuluh tim penelitian mahasiswa yang kompetitif di tingkat internasional dalam lima tahun ke depan,” pungkas Rektor.
Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Universitas Muhammadiyah Kendari terus berkomitmen untuk mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan bangsa Indonesia.
[Artikel selesai – 1.897 kata]