KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Humas Kampus menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni Budaya Mahasiswa 2026 yang meriah pada tanggal 31 Maret 2026. Kegiatan tahunan ini menghadirkan lebih dari 2.000 mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi, menampilkan cabang olahraga tradisional hingga modern sekaligus mempromosikan kekayaan budaya lokal Sulawesi Tenggara.
Dirancang sebagai platform kolaboratif antara akademik dan ekstrakurikuler, festival ini menggabungkan semangat kompetisi sehat dengan nilai-nilai pembelajaran pengembangan karakter mahasiswa. Kegiatan berlangsung selama tiga hari penuh di lapangan olahraga utama kampus dan gedung serbaguna Universitas Muhammadiyah Kendari, yang terletak di jantung kota Kendari dengan aksesibilitas strategis.
Latar Belakang dan Visi Festival
Penyelenggaraan Festival Olahraga dan Seni Budaya mahasiswa merupakan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan potensi mahasiswa secara holistik. Tidak hanya fokus pada aspek akademik, universitas yang didirikan pada tahun 1990 ini percaya bahwa pengembangan diri mahasiswa harus mencakup dimensi fisik, mental, dan budaya.
“Kegiatan seperti ini adalah wujud nyata dari misi kami untuk menciptakan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara jasmani dan kaya akan nilai-nilai budaya,” ujar Dr. Ir. Andi Mahmud Rahman, S.T., M.T., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutannya pada pembukaan festival.
Festival 2026 menandai momentum khusus karena merupakan edisi ke-15 sejak pertama kali diselenggarakan. Seiring perkembangan zaman, festival ini telah berkembang dari sekadar ajang olahraga tradisional menjadi perayaan komprehensif yang menyelaraskan modernitas dengan kearifan lokal Kendari dan Sulawesi Tenggara.
Unit Humas Kampus, yang memimpin koordinasi penyelenggaraan, telah mempersiapkan festival ini selama enam bulan sebelumnya. Persiapan melibatkan 15 panitia utama, 120 panitia teknis, serta dukungan dari dekan-dekan fakultas dan ketua jurusan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kendari.
Cabang Olahraga dan Cakupan Peserta
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 menampilkan 18 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan standar kompetisi nasional. Cabang-cabang tersebut mencakup kategori olahraga individual dan beregu, mulai dari olahraga populer hingga tradisional.
Cabang olahraga yang dilombakan antara lain sepak bola putra dan putri, bola voli putra dan putri, badminton, tenis meja, catur, karate, taekwondo, lari 100 meter, lompat jauh, lompat tinggi, lempar cakram, lempar lembing, renang gaya bebas 50 dan 100 meter, bulu tangkis, pencak silat, dan futsal. Selain itu, terdapat pula cabang tradisional yang jarang diadakan di universitas lain, yaitu sambel (permainan tradisional Sulawesi Tenggara) dan senam tradisional Buton.
“Kami ingin menunjukkan bahwa olahraga tradisional memiliki nilai yang sama pentingnya dengan olahraga modern. Melalui festival ini, mahasiswa dapat mempelajari sejarah dan nilai-nilai yang tertanam dalam olahraga tradisional kita,” jelas Ir. Asrul Hasan, S.T., M.M., Kepala Unit Humas Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari.
Peserta berasal dari seluruh fakultas yang ada di Universitas Muhammadiyah Kendari, termasuk Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Fakultas Pertanian. Sistem pendaftaran dilakukan secara inklusif untuk memastikan setiap mahasiswa, baik atlet berpengalaman maupun pemula, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.
Dimensi Seni dan Budaya
Tidak kalah meriah dengan cabang olahraga, festival ini juga menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya yang mencerminkan kekayaan warisan lokal Sulawesi Tenggara. Panitia telah mengundang lebih dari 50 kelompok seni dari berbagai organisasi kemahasiswaan di kampus.
Pertunjukan seni budaya mencakup tari tradisional Kendari, musik gamelan Buton, drama musikal modern, pertunjukan fashion show dengan batik lokal, lomba menyanyi, dan pameran seni rupa. Beberapa pertunjukan dirancang sebagai medium edukasi, di mana mahasiswa tidak hanya menonton tetapi juga terlibat langsung dalam workshop dan masterclass dengan seniman lokal.
“Elemen budaya dalam festival ini sangat penting karena mahasiswa kita berasal dari berbagai daerah. Melalui kegiatan ini, mereka bisa saling mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia,” kata Dra. Siti Nur Azizah, M.Pd., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Kendari.
Puncak acara seni budaya adalah penampilan grand opening yang menampilkan ratusan mahasiswa dalam formasi besar yang menampilkan identitas visual kampus, dilanjutkan dengan parade budaya yang melibatkan semua organisasi mahasiswa. Penampilan penutup juga spektakuler dengan pertunjukan tari kontemporer yang mengintegrasikan gerakan modern dengan motif tradisional Sulawesi.
Infrastruktur dan Persiapan Teknis
Untuk memastikan kelancaran festival, Universitas Muhammadiyah Kendari telah mempersiapkan infrastruktur yang komprehensif. Lapangan olahraga utama kampus telah direnovasi dan dilengkapi dengan standar perlengkapan internasional. Selain itu, disiapkan pula:
– Empat lapangan tambahan untuk cabang olahraga simultan
– Dua kolam renang dengan standar kompetisi
– Gedung olahraga tertutup dengan kapasitas 3.000 penonton
– Tribun penonton dengan total kapasitas 5.000 orang
– Tiga pusat layanan medis darurat yang dilengkapi dengan ambulans dan tenaga medis profesional
– Fasilitas akomodasi untuk atlet dan penonton dari luar kota
Kepala bidang teknis festival, Ahmad Daeng Patunru, S.Si., M.Si., mengungkapkan bahwa setiap detail telah diperhitungkan dengan matang. “Kami bekerja sama dengan Dinas Olahraga Kota Kendari dan organisasi olahraga daerah untuk memastikan standar kompetisi yang fair dan aman. Semua wasit dan juri telah tersertifikasi dan melewati training intensif,” jelasnya.
Keamanan menjadi prioritas utama dengan melibatkan 200 personel keamanan dari kampus dan pihak kepolisian. Sistem manajemen keselamatan mencakup protokol kesehatan pasca-pandemi, pembatasan kapasitas keramaian, dan pemantauan berkelanjutan terhadap kesejahteraan peserta.
Dampak Edukatif dan Pengembangan Karakter
Lebih dari sekadar kompetisi, festival ini dirancang untuk memberikan dampak edukatif yang mendalam bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh nilai-nilai karakter positif seperti disiplin, sportivitas, kerja sama tim, dan penghargaan terhadap keberagaman.
“Seorang atlet yang bersaing dalam festival ini tidak hanya belajar teknik olahraga, tetapi juga belajar menerima kekalahan dengan lapang dada, merayakan kemenangan dengan rendah hati, dan menghormati kompetitor dari universitas lain,” ujar Dr. dr. Sapta Wijaya, Sp.Or., Dosen Ilmu Kesehatan Olahraga Universitas Muhammadiyah Kendari.
Dokumentasi dari festival-festival sebelumnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler setelah festival berakhir. Data dari Biro Kemahasiswaan menunjukkan bahwa 65% peserta festival tahun lalu kemudian mendaftarkan diri di klub olahraga atau seni di kampus.
Selain itu, festival juga memberikan platform bagi mahasiswa untuk menampilkan bakat mereka di depan publik. Beberapa juara kompetisi olahraga sebelumnya kemudian direkrut untuk mewakili universitas dalam kompetisi tingkat provincial dan nasional, bahkan ada yang berhasil meraih penghargaan bertaraf internasional.
Kolaborasi dan Dukungan Stakeholder
Kesuksesan penyelenggaraan festival ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Kendari, Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Tenggara, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta berbagai sponsor korporat lokal dan nasional.
“Dukungan dari pemerintah daerah dan organisasi olahraga sangat penting dalam mewujudkan festival berkualitas ini. Kami percaya bahwa investasi dalam pengembangan olahraga dan seni budaya mahasiswa adalah investasi untuk masa depan bangsa,” kata Hj. Ratnawati, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Kendari.
Sponsor utama festival ini adalah PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk cabang Kendari, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk cabang Kendari, dan CV. Mitra Sejahtera, perusahaan logistik lokal. Mereka menyediakan dukungan finansial dan in-kind yang memungkinkan festival dapat diselenggarakan dengan standar tinggi tanpa membebani anggaran kampus secara berlebihan.
Testimoni Peserta dan Pengalaman Mahasiswa
Mahasiswa yang berpartisipasi dalam festival ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Fathimah Nur Azizah, mahasiswi semester VI dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang berkompetisi dalam cabang voli putri, mengungkapkan bahwa festival ini adalah momen spesial untuk menunjukkan kemampuan dirinya.
“Saya sangat senang bisa berkompetisi dengan mahasiswi dari fakultas lain. Tidak hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang persahabatan dan kebersamaan yang terjalin. Saya bertemu dengan banyak teman baru dan belajar nilai-nilai teamwork yang sangat berharga,” ujar Fathimah dengan antusias.
Senada dengan itu, Rendi Pratama, mahasiswa semester VII dari Fakultas Teknik yang menampilkan pencak silat, menceritakan bahwa latihan intensif menjelang festival telah mengubah perspektifnya tentang komitmen dan dedikasi. “Latihan setiap hari memang melelahkan, tetapi ketika berada di lapangan pertandingan, semua itu terasa sepadan. Saya belajar bahwa kesuksesan butuh kerja keras dan konsistensi,” katanya.
Dari aspek seni budaya, Eka Suwardi, mahasiswi semester IV dari FKIP yang terlibat dalam pertunjukan tari tradisional, memuji bagaimana festival ini memberikan kesempatan untuk melestarikan warisan budaya. “Generasi muda perlu tahu bahwa budaya kita sangat kaya dan indah. Melalui pertunjukan ini, kami bisa mengkomunikasikan kepada ribuan penonton tentang keindahan seni tradisional Sulawesi,” jelasnya.
Penutup dan Harapan ke Depan
Festival Olahraga dan Seni Budaya Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari 2026 mendemonstrasikan komitmen institusi dalam mengembangkan mahasiswa secara holistik. Melalui kombinasi kompetisi olahraga yang ketat dan pertunjukan seni budaya yang meriah, festival ini menciptakan lingkungan di mana mahasiswa dapat tumbuh secara fisik, mental, dan spiritual.
Pimpinan kampus mengharapkan bahwa momentum festival ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Rencana jangka panjang mencakup pengembangan fasilitas olahraga yang lebih modern, peningkatan kolaborasi dengan universitas lain untuk kompetisi antarkampus, dan integrasi yang lebih dalam dengan kurikulum akademik.
“Visi kami adalah membuat Universitas Muhammadiyah Kendari dikenal bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai pusat pengembangan olahraga dan seni budaya yang berkontribusi pada kemajuan masyarakat Kendari dan Sulawesi Tenggara,” pungkas Ir. Asrul Hasan, menggambarkan aspirasi kampus.
Dengan antusiasme mahasiswa yang tinggi, dukungan penuh dari pimpinan universitas, dan partisipasi aktif berbagai stakeholder, Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 tidak hanya menjadi penanda tahun ini, tetapi juga fondasi bagi upaya berkelanjutan dalam mengembangkan kualitas mahasiswa Indonesia yang komprehensif.
(Laporan ini disusun oleh tim jurnalis kampus Unit Humas Universitas Muhammadiyah Kendari)